Sebelum Membunuh Aulia Kusuma Sempat Nonton Film Porno dan Berhubungan Intim dengan Suami 

Article

Jakarta, Aulia Kusuma mengakui sebelum membunuh sempat menuruti keinginan suami, Edy Chandra Purnama alias Pupung untuk berhubungan intim dalam rumahnya di Jalan Lebak Bulus 1, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019) lalu.

Dia mengatakan, berhubungan intim dengan suami rutin dilakukannya. Terlebih, kata dia, dalam sepekan bisa tiga kali berhubungan badan.
 
"Jumat malam itupun setelah saya melakukan hubungan suami istri karena memang Pak Edi kan setiap seminggu 3 kali minta jatah," ujar Aulia kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).

Sebelum melakukan hubungan badan, keduanya lebih dahulu menonton film porno. Aksi persetubuhan pun berlangsung selama kurang lebih 45 menit.

"Saya sempat kasih jus tomat dicampur obat Valders. Selesai hubungan badan dia keluar kasih makanan ke ikan peliharaannya. Gak lama dia balik lagi dan bilang mulutnya pahit," tegas dia.

Setelah itu, korban tertidur dan kedua eksekutor, yakni Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid yang berada di luar rumah dipanggil masuk ke dalam. Dengan bantuan kedua eksekutor itu, Aulia membekap mulut Edi menggunakan kain yang dicampur dengan alkohol. Sahid bertugas memegang perut dan kaki Edi. Hal itu dilakukan karena Edi sempat memberontak dan mencakar Aulia.

"Jadi jus itu jus tomat dan jeruk. Saya setiap hari beli jus kemasan stok banyak. Itu dikasih minum jus sebelum berhubungan. Setelah itu baru dieksekusi," ujarnya.

Kemudian pada pukul 23.00 WIB, Dana yang merupakan anak dari Edy tiba di rumah. Sebelum naik ke lantai atas, Dana sempat menenggak jus oplosan tersebut.

Di lantai atas, Dana bertemu dengan Kelvin yang sudah menyiapkan wiski yang telah dicampur Vandres. Dana pun menenggak minuman tersebut dan akhirnya tertidur karena pengaruh alkohol dan obat tidur.

Lalu pada pukul 04.30 WIB, ketika DN sudah mabuk dan tertidur, Kelvin langsung membekap Dana dengan kain yang dicampur alkohol.

Saat itu Aulia turut membantu memegang tangan Dana. Sedangkan Sahid memegang perut Dana dan Agus memegang kaki Dana.

Jasad keduanya kemudian dibawa dengan mobil ke Sukabumi, Jawa Barat, Mobil tersebut dibawa ke tepi jurang, rencananya mobil tersebut akan dibakar dan didorong hingga jatuh ke jurang dan tampak seperti kecelakaan.

Namun, saat membakar mobil tersebut, tersangka GK tersambar api dan menderita luka bakar 30 persen dan gagal mendorong mobil tersebut ke jurang.

Polisi yang mendatangi TKP setelah menerima laporan warga soal mobil terbakar dengan dua jasad di dalamnya, kemudian mengadakan penyelidikan dan berhasil mengamankan keempat tersangka di tempat terpisah.

Atas perbuatannya, keempat tersangka terancam dijerat pasal 340 dan atau 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

Sumber akurat.co



Headline