Rumah Pemimpin Pembunuh Bayaran di Bogor Ditinggal Penghuni

Article

Bogor, – Seorang warga Cibinong Helmi Kurniawan (49) disebut polisi sebagai pemimpin kelompok pembunuh bayaran aksi kerusuhan 21-22 Mei. Tugasnya, mencari senjata dan mencari eksekutor. HK merupakan warga Perumahan Visar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Hampir sepekan, rumah kediaman Helmi di Perumahan Visar II Indah Pratama, RT 02/13, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor sepi. Rumah dengan dominasi warna merah itu tidak berpenghuni.

Pantauan di lokasi, hanya ada sepeda untuk anak kecil merah muda di garasi dan kondisi pekarangan dan lantai depan kotor berdebu seperti tidak pernah dibersihkan. Sebuah mobil Jeep warna putih terparkir di depan rumahnya yang berada di jalan Durian Jaya.

Ketua RT setempat, Uut Setiawan menuturkan, sejak peristiwa kerusuhan bergejolak di Jakarta dan diumumkan terlibat dugaan aksi pembunuhan 21-22 Mei, rumah itu langsung ditinggalkan penghuninya.

“Keluarganya (istri dan anaknya) meninggalkan rumah. Terakhir bertemu, Sabtu pekan lalu. Entah pergi ke mana,” kata Uut Rabu (29/5/2019).

Uut, mengaku tidak mengetahui detail ihwal pekerjaan Helmi, karena, setiap harinya selalu pulang larut malam. Warga baru mengetahui Helmi terlibat setelah mengetahuinya dari TV.

“Saya pribadi pun tak tahu-menahu tentang pak Helmi. Bahkan bertemu pun jarang,” jelasnya.

Namun untuk sosialisasi, sambung dia, HK cukup baik denga tetangga. Bahkan istrinya suka membaur dengan warga lain. Helmi juga dikenal sebagai salah satu relawan partai pengusung calon presiden.

“Beliau sejak tahun 2012 sudah tinggal disini. Bahkan rumahnya yang paling besar. Namun mendengar dari tetangga, selesai menjadi tentara beliau aktif di organisasi kendaraan Jeep,” jelasnya.

Menurut polisi, Helmi atau HK memimpin timnya turun pada aksi 21 Mei 2019. Dalam menjalankan aksinya, dia menerima uang Rp 150 juta dari seseorang yang masih diselidiki Mabes Polri. HK ditangkap pada Selasa 21 Mei 2019 sekitar pukul 13.00 WIB di lobi Hotel Megaria, Menteng, Jakarta Pusat.

”Saat ditangkap dia membawa satu pucuk senjata api revolver,” ujar Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal dalam keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Senin (27/5/2019).

Sumber: BeritaSatu.com
 



Headline