Ayah Tiri Menjadi Predator Gara-Gara Rok Tersingkap

Article

Jika ada ayah tiri celamitan, salah satunya Markadi, 39, dari Tegalsari, Surabaya. Masak sih, hanya gara-gara rok tersingkap anak tirinya, Menuk, 16, eh….langsung bangkit nafsunya. Selanjutnya, sampai 10 kali dia menodai ABG tersebut. Ketika Menuk capek jadi budak nafsu ayah tiri, semua baru terkuak.

ABG itu kan kepanjangan Anak Baru Gede. Tapi jika ketemu ayah tiri mental predator, ABG malah bisa jadi salah arti sebagai: Anak Bikin Gendeng. Bagaimana tak disebut gendeng? Orang sudah menikah dengan ibunya, kok masih nginceng anak bawaan istri. Memangnya jatah dari istri kurang? Bukankah istri wajib beri pelayanan 24 jam, kecuali hari Sabtu-Minggu dan libur nasional?

Markadi warga Tegalsari Surabaya ini termasuk salah satu ayah tiri gendeng tersebut. Saat menikah dengan Ny. Praswanti, 40, tiga tahun lalu, memang belum tampak kegendengannya. Yang terlihat, Markadi ini santun dan seiman. Ketika Praswanti bikin penjajagan dalam keluarga besar, 58 persen setuju dia menikah dengan Markadi.

Jajak pendapat itu tidak keliru, sebab dalam kenyataannya Praswanti bahagia bersuamikan Markadi. Dia sayang istri, dan mencukupi segala kebutuhannya. Pada anak tirinya, Menuk, Markadi juga sangat sayang. Pokoknya satu dua tiga, sayang semuanya!

Markadi baru kelihatan aslinya ketika, suatu malam dia melihat Menuk yang tidur sendirian, roknya tersingkap. Mendadak sontak ukuran celana Marjadi berubah, dari M ke XL. Lebih-lebih setan malah mengompori. “Ayo Bleh, kapan lagi. Saya sendiri kalau bukan dalam posisi sebagai setan, mau juga kok.” kata setan memprovokator.

Ee, rupanya Markadi termasuk ayah tiri yang dungu pula, termakan kabar hoaks setan. Buktinya, dia bukan menutupkan rok itu, tapi malah tidur di sebelah Menuk dan tangan mulai operasi. Keruan saja si ABG terbangun, tapi malah diancam mau dibunuh jika menolak. Ya sudah, akhirnya Menuk bertekuk lutut dan berbuka paha juga.

Sejak itu Markadi jadi ketagihan. Ibarat sepeda motor, biasanya naik Honda 69 yang bunyinya nguk….engukkkkk, eh dapat motor Yamaha NMAX yang baru keluar dari dealer. Dikendarai tentu saja nyaman sekali, digeber 80 Km/jam tidak ngelitik, yang penting sebelum 1.000 Km jangan dibuat boncengan.

Lama-lama Menuk capek juga sebentar-bentar harus melayani nafsu ayah tirinya, sang predator. Kalau predator unggas, ditembak pakai senapan angin, pasti koit. Lha kalau predator berkepala hitam, bagaimana harus membasminya? Satu-satunya jalan, Menuk mengungsi ke rumah tantenya di Sidoarjo.

Kecurigaan timbul ketika ibunya minta segera kembali, tidak mau.  Setelah didesak ibu dan bibinya, barulah Menuk mengaku bla bla bla……! Keruan saja Markadi dilaporkan ke polisi, karena awalnya menolak atas tuduhan itu. “Jangan fitnah menjelang Pileg, tidak baik.” Kata Markadi, padahal dia bukan Caleg bukan pula Capres.

Polisi segera menciduk Markadi. Dalam pemeriksaan intensif akhirnya dia mengaku telah menodai anak tirinya sebanyak 10 kali. Polisi tak percaya sepenuhnya, bisa jadi lebih dari itu. Yang jelas Markadi langsung dikandangi, tak boleh pulang.

Kalau duit, oleh Markadi pasti di mark up, bukannya diperkecil. (*/Gunarso TS)



Headline