Pesawat Batik Air Disergap Pesawat TNI AU Dipaksa Turun, Ada Apa?

Article

AnekaWarta - Dua pesawat Sukhoi milik Lanud Sultan Hasanuddin memaksa pesawat Batik Air berjenis Airbus A320 dipaksa untuk mendarat. Pesawat itu dianggap tidak memiliki izin ketika mengudara di langit Indonesia sesuai dengan deteksi radar.

"Itu wajib hukumnya diturunkan paksa," Komandan Wing (Danwing) Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pnb Hermawan Widhianto dikutip dari laman fajar.co.id, Minggu 17 April 2019.

Batik Air yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta itu masuk sebagai penerbangan tak berizin ketika berada di atas Madura. Mengetahui adanya pelanggaran, dua pesawat Sukhoi berjenis SU27 dan SU30.

Dengan pengawalan, Batik Air kemudian dipaksa mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada Sabtu, 16 Maret 2019 kemarin.

Setelah berada di runway, pesawat yang berisi ratusan penumpang itu kemudian dikawal oleh dua truk dari Denhanud 472 Paskhas dengan senjata lengkap.

Para penumpang langsung dievakuasi dan anggota Paskhas dan POM AU melakukan penggeledahan terhadap pesawat itu. Setelahnya, dua pilot pesawat Batik Air diamankan.

Kegiatan ini merupakan simulasi kesigaman anggota TNI AU untuk menguji protam dan standar operasional prosedur (SOP) dalam melaksanakan satuan tugas. Sedikitnya ada 650 personel yang terlibat dalam simulasi ini.

"Alatnya semua yang kita miliki diturunkan seperti pesawat intai, dan peralatan penanggulangan kecelakaan, dan penanggulangan kerusuhan massa. Keberhasilan dilihat dari protap yang sesuai dan dapat diaplikasikan, apabila dinilai sudah cukup baik sudah berhasil,” ucap dia.

Pilot Pesawat Airbus 320 Batik Air, Capt James Yanes Singal mengatakan, sebelum diturunkan paksa. Para penumpang terlebih dahulu kalau akan ada simulasi bersmaa TNI AU.

"Penumpang sudah diberitahukan dari awal akan ada latihan bersama,” kata James.

Dream.co.id



Headline