Kepedulian Jacinda Ardern Terhadap Korban Christchurch Dipuji Banyak Kalangan

Article

Peristiwa penembakan di Christchurch pada (15/3) lalu. Selandia Baru menimbulkan duka mendalam. Sebanyak 50 orang yang sedang melakukan ibadah sholat Jumat ditembak secara kejam oleh Brenton Harrison Tarant, warga Australia.

Pasca tragedi tersebut, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengunjungi daerah Christchurch. Ia juga sempat meletakkan bunga di Komunitas Islam Wellington.

Jacinda Ardern mengenakan jilbab hitam untuk menghormati keluarga korban sekaligus menunjukkan solidaritasnya untuk keluarga muslim di Selandia Baru. Dia memberikan dukungan dan pelukan kepada keluarga korban pada Minggu (17/3).

Jacinda memadukan kerudung hitamnya tersebut dengan sepatu botts dan stocking berwarna senada serta setelah baju berwarna navy.

Penampilan Ardern menjadi makna yang berarti bagi keluarga korban, seperti yang diungkapkan Dalia Mohamed yang besannya tewas dalam peristiwa tersebut. “Ketika ia datang mengenakan kerudung, itu besar maknanya bagi kami,” kata Dalia seperti dilansir Reuters.

Dalam kunjungan tersebut, Jacinda tampak memeluk erat beberapa keluarga korban dan mendengarkan cerita mereka dengan simpati yang dalam. Ia berjanji akan langsung memperketat aturan penggunaan senjata di Selandia Baru.

Cara Jacinda Ardern menangani peristiwa yang menimpa Selandia Baru ini dipuji oleh banyak kalangan. Sebagai pemimpin termuda Selandia Baru dalam 150 terakhir dan perempuan ketiga yang pernah duduk di kursi perdana menteri Selandia Baru, Jacinda sempat mendapat banyak tantangan di awal kepemimpinannya.

"Kinerja Ardern sangatlah bagus, dan saya percaya ia akan dipuji oleh masyakat Selandia Baru dan masyarakat internasional atas caranya menghadapi situasi saat ini," ujar Bryce Edwards, pengamat politik dari Victoria University Wellington seperti dikutip Reuters

Atas kejadian itu Ardern segera membuat Undang-Undang pengetatan senjata. Sebab UU persenjataan yang masih lemah dijadikan celah oleh pelaku, Brenton Tarrant.

Dalam sebuah pidatonya Arden berusaha memberikan perlindungan untuk keberagaman dengan landasan kasih sayang dan kebaikan.

“Karena kami mewakili keragaman, kebaikan, kasih sayang. Rumah bagi mereka yang berbagi nilai-nilai yang kita pegang. Perlindungan bagi mereka yang membutuhkannya. Dan nilai-nilai itu tidak akan dan tidak bisa diguncang oleh serangan ini,” pungkasnya.

Kumparan.com



Headline