Remaja Terlibat Kejahatan Jalanan Terus Meningkat

Article

Jakarta AnekaWarta – Tiga remaja ini jadi pembunuh sadis. Itu dilakukan setelah mereka dicekoki minuman keras ditambah narkoba sejenis ganja. Tanpa belas kasihan mereka membantai orang tidak bersalah.

Hal itu mereka lalukan belum lama ini di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Menamakan dirinya sebagau Geng Motor Gabores (Gabungan Bocah Reseh) membacok Ivan Surya Saputra, 23, hingga tewas Senin (4/3) lalu.

Ketiganya lalu ditangkap Polres Jakarta Barat. Banyak yang prihatin atas kejadian itu. Terutama pelakunya yang ternyata masih remaja.

Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, IPTU Dimitri Mahendra mengatakan tersangka merupakan anggota geng motor. Mereka kerap menyisir jalanan jakarta tengah malam mencari korban-korbannya.

“Itu pengakuannya. Sudah melancarkan setiap malam, pencarian korban dikenal dengan ‘kijang’,” tegas Dimitri.

Saat pihaknya membekuk ketiganya, Dimitri melanjutkan para terasangka tak dapat mengelak. Clurit yang digunakan membacok korban langsung ditemukan, termasuk menyisir tas korbannya. Hasil tes urine juga mendapati ketiganya positif konsumsi benzo dan ganja. “Kami masih mendalami kasus ini dan mencari semua yang terlibat dalam geng motor ini,” tegas Dimitri.

Komisioner KPAI Putu Elvina menjelaskan trend kejahatan jalanan yang melibatkan anak kian meningkat sejak awal tahun lalu. Ia mengakui bahwa pengaruh obat menjadi latar belakang anak berbuat nekat.

Kondisi ini diperburuk dengan konsumsi alkohol dan didorong pengaruh lingkungan. Keinginan untuk mencari jati diri mendorong pelaku nekat berbuat jahat. Karenanya pelaku semacam ini cenderung tak memiliki rasa empati. “Ini perlu digaris bawahi. Kebanyakan datang dari masalah keluarga. Begitu pentingnya keluarga dalam mendidik,” tegas Putu.

Putu mengapresiasi betul langkah polisi menindak pelaku ini. Ia mengatakan dalam beberapa bulan terakhir pelaku yang melibatkan anak cukup meningkat. Mereka kemudian melakukan kejahatan hingga membuat beberapa korbannya meninggal dunia.

Karenanya, KPAI seperti yang diungkapkan Putu, meminta razia gencar dilakukan polisi. Penindakan menyeluruh perlu dilakukan terhadap pengecer hingga bandar narkoba. Termasuk dengan beberapa apotik yang menjual obat daftar G.

“Bagaimanapun sumbernya dari situ. Karena konsumsi, mereka nekat berbuat nekat,” tuturnya.
Kasie Pendidikan Menengah Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, Ismaya Iswoyo menyayangkan dengan penangkapan pelaku. Sebab hasil penelusuran diketahui ketiganya mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP). “Tapi setelah kejadian ini, kami langsung bekukan,” katanya.

Demi mengantisipasi itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah menetapkan jam belajar malam. Setiap pelajar diwajib mengikuti jam belajar malam. “Ini untuk mencegah anak menjadi pelaku kejahatan,” kata Ismaya.

Sementara untuk meningkatkan mental pelajar. Ismaya mengatakan pembekalan tadarus dilakukan sebelum memulai jam belajar. Diharapkan dengan ini anak menjadi memiliki iman dan mengurangi kejahatan. 

Poskotanews



Headline