Ini Calon Menantu Ahok, Finalis Miss Indonesia 2019

Article

Jakarta AnekaWarta – Meski tidak lagi menjadi pejabat publik, segala hal ikhwal yang menyangkut Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok tetap menarik perhatian publik. Tak hanya mantan istrinya yang telah diceraikan, calon istrinya yang baru, melainkan juga calon mantunya. Kekasih Nicholas Sean Purnama alias Nico, putra suluk BTP dari Veronica Tan.

Kekasih Sean ternyata bukan gadis sembarangan. Dia mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), terdaftar menjadi finalis Miss Indonesia 2019, mewakili Provinsi Banten. Gadis 20 tahun ini juga pernah menjadi anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka). Namanya Elisa Jonathan.

Meski keduanya jarang mengumbar kemesraan, namun beberapa kali Sean maupun Elisa mengunggah kebersamaan mereka di akun Instagram masing-masing.

Di akun Instagram pribadinya, tampak beberapa unggahan Elisa memakai gaun cantik lengkap dengan selempang Miss Indonesia bertuliskan Banten.

Tak hanya cantik, Elisa juga merupakan gadis cerdas yang aktif dalam banyak kegiatan. Menggandeng WeCare.id, Elisa mengajak masyarakat dalam penggalangan dana untuk penyembuhan seorang anak yang menderita leukimia.

Kini Elisa, finalis Gadis Sampul di majalah remaja itu, tak pelak menjadi buruan netizen dan pemberitaan media.

Paskibraka

Elisa dikenal sebagai siswa aktif di organisasi sekolah yakni SMA Kristen 1 Penabur.
Tiga tahun lalu dia menjalani latihan keras sebagai Paskibraka. ”Latihan panas-panasan, keringetan, capek, diteriakin senior pula,” kenangnya

Keterlibatannya di Paskibraka bermula dari permintaan seorang guru yang diseganinya. Karena tak mungkin menolak, dia juga mendaftar serta ikut seleksi. Latihan demi latihan pun dijalaninya.

“Baru kemudian saya tahu keadaan latihan yang panas dan dibentak-bentak, waktu posisi saya sudah lolos sampai tingkat provinsi. Saya anaknya ‘free spirit’ dan bawel. Stress dong sehari-hari semuanya diatur, gak boleh macem-macem, makan harus izin, ke toilet harus cepat, duduk harus tegak. Bayangin aja tiap hari digituin,” kisahnya.

Sempat merasa tak tahan, Elisa nyaris putus asa dan ingin keluar dari Paskibraka. “Akhirnya saya nangislah minta orangtua buat bikin surat sakit palsu biar saya boleh mengundurkan diri. Namun mereka menolak, karena akan menjelekkan nama sekolah,” lanjutnya mengenang.

Aktivitas di Paskibraka yang melelahkan itu juga membuat nilai sekolahnya anjlok. Dan sekolah tidak banyak memberikan keringanan. “Kejar nilai setengah mati. Remedial berkali-kali. Kalo nilai rata-rata matematika minimal 75, nilai saya bisa hanya 75, 3. Itu juga saya udah stress, belajar bisa sampe jam satu,” tuturnya.

Untuk urusan akademik, Elisa pantang menyerah. Prestasi dia kejar lagi. Buktinya, kini Elisa menjadi calon dokter dengan berkuliah di FKUI. Dia berhasil masuk jurusan di perguruan tinggi bergengsi itu tanpa tes.

Padahal, selain di Paskibraka, di masa SMA itu dia juga mengikuti ajang pemilihan “Gadis Sampul” dan lolos sampai ke putaran final.

“Saya kalo inget perjuangan dahulu, mau nangis. Setersiksa itu guyssss. Mana rambut harus potong pendek. Bayangkan, cewek-cewek potong kependekan dikit aja marah-marah, saya harus potong sekuping. Bisa di swipe kanan ya, “ ungkapnya.

“Lihat saya hitammm sekali sampe warna make up muka sama leher beda,” paparnya di akun medsosnya.

Aktivitas jadi Paskibraka itu pun akhirnya dilakoninya sampai selesai. Saat ini dia mengaku tak menyesal pernah menjalani masa-masa sulit itu. 



Headline