BNN Waspadai Jenis Narkoba Baru yang Belum Dapat Dijerat Hukum

Article

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) semakin meningkatkan kewaspadaan terkait dengan ancaman masuknya narkotika jenis baru yang belum dapat dijerat hukum. Narkoba jenis baru ini dibuat dengan menggunakan bahan kimia yang isi kandungannya belum dapat dijerat hukum.

Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Anjan Pramuka Putra mengatakan, obat yang digolongkan sebagai jenis psikotropika apabila memiliki kandungan zat metilenedioksi-metamfetamina (MDMA) atau methamphetamine. "Dan saat ini, ada pil cokelat muda mengandung tiga zat, methoxetamine atau MXE, kafein, dan ketamin," katanya, Selasa (7/7).

Dikatakan Anjan, dari beberapa hasil pengungkapan BNN dan Polri, terungkap ada beberapa narkotika jenis baru yang telah masuk ke Indonesia. Dengan adanya narkotika jenis baru ini, pihaknya terus berupaya agar kandungan zat kimia itu dapat didaftarkan sebagai jenis psitropika. 

"Hasilnya sejauh ini sebanyak 74 narkotika jenis baru yang telah disahkan. Namun kami harus berupaya lebih keras lagi, karena ratusan jenis narkotika baru belum terdaftarkan dan belum bisa dijerat secara undang-undang," ujar Anjan.

Berdasarkan data dari United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) tahun 2018, pada 2009-2017 telah terdeteksi 803 New Psychoactive Substances (NPS) beredar di dunia yang dilaporkan oleh 111 negara. Dan bukan tidak mungkin jenis narkoba akan bertambah karena produsen mengembangkan produk sesuai permintaan pasar. 

"Apalagi peredaran narkotika jenis baru tersebut sifatnya tidak hanya perorangan. Kami sendiri sudah menemukan adanya jaringan Nasional dan Internasional yang selama ini beroperasi," tutup Anjan.



Headline