Jangan Malu Curhat Sama Ayahmu

Article

Sebagaimana anak remaja, galau, baper, itu kayak udah biasa banget, ciri khasnya anak remaja lah. Biasanya kalau lagi mode begitu mereka larinya pasti ke temen. Ngapain lagi kalau ngga curhat. Curhat tuh udah seperti kebutuhan banget untuk remaja. Hidup seolah hampa jika mereka tidak punya kesempatan untuk curhat. Dan biasanya, mereka curhat ke temen baik. Tapi temen itu bukan satu-satunya tempat curhat gaes! 

Ada satu lagi orang yang bisa kalian jadikan tempat curhat. Dijamin aman & no ember deh. Siapakah itu? Tentu saja ayahmu. Kaget? Oh jangan kaget. “Masa iya ayah yang kaku banget kayak gitu bisa diajak curhat?” Idih, belum dicoba udah nethink dulu. Daripada mengira-ngira, lebih baik dicoba dulu deh. Gimana caranya? Nah, baca ini tulisan sampai habis. 

1. Biasakan diri menyapa ayah

Oke, jadi langkah pertama adalah biasakan diri menyapa ayah. Kalau ayah kalian kerja di luar, entah jadi apa saja, sebelum berangkat, kasih semangat ke ayah kamu. Jadilah anak gadis yang ceria, itu kunci pentingnya. Usahakan jangan keliatan canggung, rileks aja. Seolah kamu udah pernah ngelakuin itu sebelumnya, biar ayah kamu juga ikutan seneng trus kerjanya jadi semangat. Siapa tahu pas pulang kerja dibawakan hadiah, kan lumayan tuh. 

2. Berbasa-basi dengan ayah

Langkah kedua, cobalah berbasa-basi dengan ayahmu. Sepulang kerja, kamu jangan diem aja ditempat. Buatkan kopi kek, mijit kakinya kek, pokoknya bergeraklah. Tunjukkan kalau kamu memang ingin lebih dekat dengan ayahmu. Ya meskipun reaksi ayahmu biasanya cuma senyum tipis atau parahnya cuma diliatin doang, itu sudah jauh lebih baik. Setidaknya kamu sudah berusaha. 

3. Ajak bicara ringan

Langkah ketiga, kamu jangan langsung curhat perasaan kamu. Ajak dulu ayahmu bicara ringan. Seperti “Ayah, dulu gimana ayah sama ibu bisa nikah?” Nah! Ini nih. Terbukti ampuh untuk meruntuhkan sifat cuek ayah kalian. Kuncinya di langkah ketiga ini, kalian harus siap telinga. Jangan berharap kalian akan didengarkan kalau kalian tidak mau mendengarkan orang lain. Ini juga berlaku loh untuk ayah kalian.

Jadi langkah awal sebelum curhat, kamu harus mau dengerin ayah kalian curhat. Biarlah, kalau ayah kalian tiba-tiba nyeritain masa kecil, masa SMA, biarkan saja. Jangan dipotong. Kamu hanya harus pasang telinga dan berikan reaksi-reaksi yang bisa membuat ayah kamu merasa didengarkan. Cerita masa muda ayah kalian itu nggak ngebosenin loh, pasti kalian akan dibuat tercengang begitu denger ceritanya. 

4. Sesekali ajaklah ayah untuk curhat

Dan akhirnya sampai juga di langkah terakhir. Curhatlah. Jangan merasa sungkan. Keluarkan semua unek-unekmu. Kamu ceritakan kalau kamu lagi galau atau lagi dibaperin sama cowok. Mungkin kamu akan melihat sekilas gurat kecut atau ngga suka di wajah ayahmu, tapi kalau ayahmu nggak bicara apa-apa, lanjutkan aja ceritanya. Terbuka sama ayah sendiri apa salahnya ‘kan? Nah, baru, setelah kamu selesai cerita, kamu dengarkan nasehat ayahmu.

Jangan malah nolak kalau diberi nasehat, salah tuh namanya. Hanya ayahmu yang akan memberimu saran tentang bagaimana memilih cowok yang tepat. Udahlah, jangan dianggap remeh, ayah tuh jauh lebih tahu tentang cowok daripada kalian, girls. Ngga kperlulah jauh-jauh nyari konselor atau penasehat cinta kalau kamu masih punya ayah. 

5. Jangan sampai menyesal di akhir

Gimana? Masih sungkan mau curhat ke ayah?

Haduh, jangan deh. Ntar kamu nyesel kalau udah nikah trus dibawa pergi dari orangtua. Hubungan yang baik itu diawali dari komunikasi yang baik. Nggak hanya berlaku ke teman, tetangga, saudara, masyarakat, tapi juga berlaku pada ayah dan ibumu. Bersyukurlah karena kamu masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merasakan bagaimana rasanya memiliki ayah.

Jadi, apakah kamu masih punya alasan untuk nggak curhat ke orang tua? 



Headline