5 Fase yang Harus Kamu Siap Hadapi Sebelum Mencapai Kesuksesan

Article

Tahukah kamu?

Di balik prestasi atau kesuksesan yang diraih seseorang, ada kisah duka dan berdarah-darah yang menyertainya. Mungkin kamu sudah cukup sering mendengar celetukan atau pernyataan orang yang berada di puncak suksesnya, ia banyak mengalami hambatan dan tantangan yang mendera. Gak jarang, ujian-ujian itu bikin dia hampir berhenti memperjuangkan impiannya. 

Kadangkala, perasaan kita terlalu dangkal untuk memahami kesulitan yang mereka alami. Ujung-ujungnya, kita pikir kesuksesan itu bisa mereka raih karena keberuntungan atau kehebatan semata. Kita lupa, betapa sulitnya bertahan ketika tidak ada uang, teman dan kepercayaan.

Kita sulit mengerti situasi demikian karena kita tidak mengalaminya. Nah, sudah saatnya kamu memulai perjalanan untuk memperjuangkan masa depan yang terbaik.

Yuk, simak fase-fase yang umumnya akan dihadapi oleh para calon orang sukses!

1. Kesulitan ekonomi

Banyak orang yang bekerja keras karena berangkat dari situasi ekonomi yang sulit. Mereka ingin lepas dari belenggu kemiskinan dan berhenti menyusahkan orang lain. Kekayaan adalah salah satu faktor tingginya harkat dan martabat seseorang di mata masyarakat. Dengan limpahan materi, pengaruh seseorang terhadap lingkungannya jadi lebih kuat dan meyakinkan. 

Dalam meniti tangga kesuksesan, sangat mungkin kamu berada di situasi sulit ekonomi. DI satu sisi, kamu berkewajiban menafkahi diri dan keluarga, di sisi lainnya kamu juga harus bekerja keras meraih impian. Banyak energi terkuras demi mencapai tujuan agar kita pun tidak terkesan egois. 

2. Diremehkan, dihujat dan dibenci

Semakin tinggi sebuah pohon, maka semakin kencang angin bertiup. Begitulah pepatah yang sering disematkan bagi orang yang persisten dalam berkarya namun banyak menuai hujatan. 

Mengapa orang yang berusaha mendekati garis kesuksesan akan menuai tanggapan negatif? Sebab, mereka sedang menonjolkan diri dan disaksikan oleh beragam pasang mata. Sudah tentu, komentar pun akan berdatangan baik positif maupun negatif.

Ketika berada di ranah publik, maka kita pun harus siap direspon oleh publik. Setiap figur baru yang muncul akan ada lovers dan haters-nya masing-masing. Setiap orang orang berbeda latar belakang dan sudut pandangnya. So, kita tidak bisa memaksakan semuanya menyukai karya kita.  

3. Kehilangan dan berkorban

Orang sukses adalah orang yang berani mencoba hal baru dan menerima resiko melakukan banyak kesalahan. Sisi positifnya, banyak insight baru yang menjadi alternatif pilihan kita untuk melangkah maju. Ketimbang orang yang tidak pernah memulai, tentu saja orang yang berusaha lebih beruntung. 

Kesalahan-kesalahan itu kadangkala membawa kita pada bencana. Dampaknya, orang-orang yang dulunya menemani perjuangan kita akan menjauh, pergi dan meniti impiannya sendiri. Padahal, kita sudah berkorban banyak dari segi modal, tenaga dan waktu untuk membuat rencana berjalan. Namun, mereka pergi di kala kita semuanya berjalan, yang tinggal hanyalah kita sendiri. 

4. Pengkhianatan

Semakin berani kita menapaki dunia asing dan baru, maka semakin besar resiko bahaya mengintai. Kita akan banyak bertemu dengan orang-orang baru yang kepribadiannya beragam. Jika kita tidak mengenali dan mengantisipasi situasi dengan tepat, maka kita akan sangat mudah ditipu dan dikhianati. 

Contohnya dalam berbisnis, banyak sekali kasus korupsi, penggelapan uang dan tim yang melarikan uang modal dan profit. Tentu saja, itu membawa trauma besar bagi kita. Namun, bukan berarti hal ini membuat kita berhenti untuk ikhtiar. 

Teruslah belajar analisis kepribadian orang sebelum dia direkrut. Ujilah hingga kamu merasa tidak janggal dan aman. Jangan pula terlalu cepat percaya bermodal kenaifan. 

5. Situasi mendesak

Banyak situasi mendesak yang kadangkala menjadi lika-liku. Umumnya, itu berasal dari urusan privasi kita sendiri. Di saat kita sibuk bekerja dan mempersiapkan karya kita mendekati deadline, orangtua jatuh sakit, anak mendapat musibah, kerabat bertamu di waktu yang tidak tepat, rekan kerja melimpahkan beban dan banyak urusan rumit lainnya.

Percayalah, itu adalah bagian dari takdir yang Tuhan siapkan untuk kita. Orang sukses pasti butuh mental kuat untuk menghadapi ujian yang lebih besar ke depannya. Itu sebabnya, sejak awal ujian berupa desakan-desakan itu menyertai jalan panjang kita. Pandanglah ujian sebagai sumber kekuatan, bukan kelemahan. 

Selamat menikmati fase-fase sulit, calon orang sukses!



Headline