KPK Sudah Memanggil Imam untuk Mengklarifikasi, tapi Selalu Mangkir

Article

Jakarta - Penetapan Imam sebagai tersangka disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata yang didampingi jubir Febri Diansyah pada Rabu sore kemarin. Alex mengatakan sebelum Imam ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya sudah memanggil Imam sebanyak tiga kali ke gedung Merah Putih. Kapasitasnya ketika itu sebagai saksi.

"Pemanggilan dilakukan pada 31 Juli, 2 Agustus dan 21 Agustus. KPK memandang telah memberikan ruang yang cukup bagi IMR (Imam Nahrawi) untuk memberikan keterangan dan klarifikasi kepada penyidik. Namun, yang bersangkutan tidak menghadiri permintaan keterangan itu," kata Alex.

KPK pun mengaku kecewa masih ada pejabat tinggi yang masih menerima suap dan gratifikasi. Apalagi penerimaan suap ini dilakukan di bidang olahraga .

"Hal ini sangat mengganggu upaya pemerintah dalam mencapai tujuannya. Apalagi pada tahun 2045 Indonesia akan mengalami bonus demografi," tutur dia. 

KPK mengaku khawatir apabila anggaran yang seharusnya ditujukan bagi peningkatan prestasi atlet tapi malah dikorupsi, maka dampaknya akan buruk di masa depan.  

Sumber IDN Times



Headline